Adaptasi Loyalitas dan Integritas untuk kepemimpinan diri yang lebih baik
Pada hakikatnya setiap manusia memiliki jiwa kepemimpinan dan potensi untuk menjadi pemimpin baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Namun, sebagai mahluk sosial yang berhadapan dengan orang banyak, mereka yang terpilih sebagai pemimpin perlu memperhatikan kualitas leadership yang berorientasi pada kepentingan bersama dan tidak bersifat dominan.
Kepemimpinan
diterjemahkan sebagai Ilmu dan seni dalam mempengaruhi orang dan organisasi
untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. Sesuai menurut POKJA Kepemimpinan Lembaga
Ketahanan Nasional RI (2007). Leadership juga dapat diartikan sebagai kemampuan
individu dalam merangkul kepentingan orang-orang yang dipimpinnya untuk
mencapai tujuan bersama.
Salah satu sifat yang harus dimiliki pemimpin diantaranya sifat adaptif,
loyal dan berintegritas. Adaptif merupakan bentuk sikap seseorang dalam
meyesuaikan diri dalam komdisi apapun dan tanpa menerapkan hierarki didalamnya.
Loyalitas merupakan suatu bentuk kesetiaan seseorang terhadap sesuatu. Dalam
hal ini, kesetiaan sebegai sifat pemimpi terhadap organisasi dan anggota yang
dipimpinnya. Dimana dengan Loyalitas, pemimpin diharap mampu membangun
kenyamanan untuk setiap anggotanya.
Sedangkan
aspek berintegritas pada pemimpin ialah, perilaku berintegritas
tidak hanya apa yang diucapkan oleh seorang pemimpin, tapi
juga apa yang dilakukan oleh pemimpin tersebut
(Gamble, 2010)
Kepemimpinan diartikan sebagai upaya seorang pemimpin memahami orang lain terhadap apa yang perlu dilakukan dan bagaimana menerapkannya secara efektif, serta proses memfasilitasi usaha yang dilakukan individu maupun kelompok untuk mencapai tujuan utama (Peramesti & Kusmana, 2018).
Di zaman globalisasi ini, seorang pemimpin harus dapat
beradaptasi dalam berbagai kondisi, menjalankan tugas individu maupun bersama
dengan memanfaatkan metode dan peralatan yang tersedia, seperti rapat online
dengan zoom meeting. Dan seorang pemimpin
tidak sepatutnya membeda bedakan sikap terhadap anggota satu dan lainnya. Harus
dapat merangkul semua, dengan komunikasi dan sikap melindungi.
Setelah
memahamai kepentingan bersama, semua anggota dapat merasakan nyaman dalam
melaksanakan semua aktivitasnya, karena meneladani kepemimpinan kita yang loyalitas.
Hal ini juga dapat menghindari gagalnya pencapaian tujuan bersama. Karena denan
siatuasi yang nyaman dari saling menghargai dan memahami, konflik dapat
teratasi.
Pemimpin yang berintegritas dapat
membawa anggota kelompok yang dipimpinnya untuk
menjadi lebih baik. Karena kesesuaian antara nilai-nilai yang diungkapkan melalui kata-kata
dan apa yang ditunjukkan dalam tindakan seorang pemimpin, dapat membangun
kepercayaan anggota kepadanya. Sehingga orang lain merasa kita dapat diandalkan,
tanggap dan timbul rasa hormat.
Kesimpulan yang dapat saya tarik ialah, kepemimpinan merupakan suatu upaya seorang pemimpin dalam mengarahkan, memahami dan menfasilitasi kepentingan bersama untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam memupuk sikap kepemimpinan ini dalam diri kita, kita dapat menerapkan tiga sifat yaitu adatif dengan memanfaatkan kondisi dimana pun dengan baik, loyalitas terhadap semua anggota tanpa membedakan sikap terhadap satu dan yang lainnya serta berintegritas pada komitmen apa yang disampaikan dengan realisasi tindakan dari ucapan tersebut.
Comments
Post a Comment